1.
SISTEM BILANGAN REAL
Bilangan Real (the
set of all integers) adalah bilangan
yang merupakan gabungan dari bilangan rasional dan bilangan irrasional sendiri.
a.
Bilangan Rasional
Bilangan rasional ( Rational
numbers) adalah bilangan yang dapat
dinyatakan sebagai rasio dari dua buah bilangan asli (integer). Bilangan
rasional dapat dinyatakan sebagai sebuah pembanding (ratio) antara dua bilangan
bulat dalam bentuk pecahan ( a/b), dengan a dan b merupakan bilangan bulat baik
positif maupun negative ≠ 0. Misalnya 2/4,3/9
b.
Bilangan Irrasional
Bilangan Irrasinal adalah bilangan yang tidak
dapat ditulis dalam bentuk perbandingan dua buah bilangan bulat, misalnya √3
=1,73205…. Yang mempunyai decimal tak kesudahan.
2.
HIMPUNAN
Himpunan adalah segala
koleksi benda-benda tertentu yang
dianggap sebagai suatu kesatuan atau dengan kata lain adalah kumpulan objek
yang memiliki sifat yang dapat didefinisikan dengan jelas.
Himpunan terbagi menjadi 2 :
a.
Himpunan Universal adalah
himpunan tertentu yang dianggap terdiri dari
beberapa himpunan yang masing-masing mempunyai anggota,yang dilam
bangkan dengan ( U ).
b.
Himpunan kosong adalah
himpunan yang tidak mempunyai satu anggotapun. yang di notasikan dengan {}, Ø.
·
Objek-objek yang membentuk
suatu HIMPUNAN disebut anggota-anggota atau anggota saja.
·
Objek himpunan bisa berupa
orang-orang tertentu, hewan, benda, dan lain lain.
·
Suatu HIMPUNAN dilambangkan dengan huruf capital (
A,B,C,….).
·
Sedangkan anggota himpunan
dilamangkan dengan huruf kecil (a,b,c,…)
3.
NOTASI HIMPUNAN
a.
p Є A : objek p anggota/elemen
himpunan A
c.
A = B : himpunan A sama
dengan Himpunan B
d.
Pernyataan ingkar “ / ”
1.
A Є B : obyek p
bukan merupakan anggota himpunan A
2.
A C B : Himpunan
bukan merupakan himpunan bagian dari himpunan B
3.
A≠B : himpunan A tidak sama dengan himpunan B
Penyajian himpunan ada 2 cara
1.
Pendaftaran , yaitu dengan
menuliskan semua elemen himpunan tersebut di dalam kurung kurawal. Contohnya
himpunan A = { a,b,c,d }
2.
Pencirian, yaitu dengan
menuliskan sifat/ketentuan mengenai elemen himpunan tersebut. Contohnya
himpunan V : { X I X adalah bilangan genap}
4.
HUKUM DAN TEORI
HIMPUNAN
1.
Himpunan berhingga (
Finiti set ) VS Himpunan tak berhingga ( infiniti set )
2.
Pencatatan anggota-anggota
yang sama, dihitung sekali
3.
Himpunan yang tidak
mempuanyai anggota disebut himpunan hampa/kosong (empty/null set)
dinyatakan dengan symbol Ø
4.
Himpunan dikatakan sama
apabila
5.
Dua himpunan disebut saling
lepas (disjoint) bila tidak mempunyai anggota bersama.
5.
DIAGRAM VENN
Diagram Venn merupakan
gambar impunan yang digunakan untuk menyatakan hubungan beberapa himpunan
z
1.
Jika anggota himpunan A
sama dengan anggota himpunan B ditulis : A=B
Contoh : A= { 1,2,3,4,5,6}
B={1,2,3,4,5,6}
A = B : {1,2,3,4,5,6}
2.
Jika anggota himpunan A
tidak ada yang sama dengan anggota himpunan B, A≠B
Contohnya :
A ={ a,b,c,d}
B ={1,2,3,4,5}
3.
Jika ada anggota himpunan A
juga merupakan anggota himpunan B / operasi irisan (intersection) ditulis
, AᴒB
Contohnya :
S ={1,2,3,4,5,6,7,8,9}
K ={3,4,5,6}
L ={6,7,8}
AᴒB = {6}
4.
Jika anggota himpunan A
digabungkan dengan himpunan B maka ditulis, A U B
Contohnya :
K ={3,4,5,6}
L ={6,7,8}
K U L ={3,4,5,6,7,8}
5.
Jika semua anggota himpunan
B adalah anggota himpunan A, B С A
Contohnya
S = { 1,2,3,4,5,6,7,8,9}
A ={1,2,3,4,5,8,}
B = {2,3,4,5}
CONTOH
SOAL
1.
1. P = {
1,2,3,5,7}
Q = {2,4,6,8} JAWAB: P U Q = { 1,2,3,4,5,6,7,8}
S = { 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10} P ᴒ Q = {2}
2. 2. Dalam sebuah sekolah terdapat 60 siswa gemar sepak bola, 42 siswa gemar voly, 8 siswa gemar keduanya.
a.
Banyak siswa disekolah adalah . . .
b.
Banyak siswa yang tidak
gemar sepak bola adalah…..
a.
Jumlah siswa disekolah
= 60 + 42 + 8 +35
= 145 siswa
b.


jumlah
siswa tidak gemar sepak bola






Tidak ada komentar:
Posting Komentar