Assalamu'alaikum wr.wb
sebelum kita membahas tentang hubungan dan fungsi saya akan menjelaskan tentang bilang bilangan riil supaya lebih paham dalam pembahasan hubungan dan fungsi.
PENGERTIAN
GARIS (LINES) DAN TITIK (POINTS) ,
PASANGAN
BERURUTAN (ORDERED PAIRS),
KUADRAN
(HYPERPLANES) SERTA TITIK (POINTS)
A. GARIS (LINES) DAN BILANGAN RIIL (THE REAL NUMBERS)
setiap garis lurus (the real line) menyatakan :
a. Himpunan semua bilangan riil (dengan notasi R) – the set of all
real numbers,dan setiap bilangan riil merupakan titik di atas garis lurus,
karena garis lurus memuat semua bilangan riil (the real numbers) yang terdiri
dari :
1)
Bilangan rasional (rasional numbers)
yang terdiri dari :
a)
Bilangan bulat (integers)
b)
Bilangan pecahan (fractions)
2)
Bilangan irasional (irrational
numbers).
b. Suatu variabel, variabel
adalah sesuatu yang dapat dinyatakan dengan angka atau nilai dari bilangan
riil.
B. PASANGAN BERURUTAN (ORDERED PAIRS)
1. Pasangan tidak berurutan
(unordered pairs)
Set {a, b} = {b, a} → merupakan dua set yang sama karena mempunyai
elemen yang sama, tetapi tanpa memperdulikan kesamaan urutan atau order elemen
masing-masing set. Pasangan elemen setiap set itu disebut pasangan variabel
yang tidak berurutan (unordered pairs).
2. Pasangan berurutan (ordered pairs)
Set {a, b} ≠ {b, a} → merupakan dua set yang tidak sama (walaupun
memiliki elemen yang sama), karena urutan atau order elemen masing-masing set
tidak sama, kecuali apabila a = b. Pasangan elemen pada setiap elemen itu disebut
pasangan variabel yang berurutan (ordered pairs).
Contoh :
a)
Menyebut anggota dalam suatu
pertandinagan tanpa urutan (unordered pairs). Tetapi menyebut pemenang 1, 2,
dan seterusnya harus berurutan (ordered pairs).
b)
Untuk set dengan elemen ordered pair,
dimana elemen pertama untuk umur dan elemen kedua untuk berat, tentu akan beda
antara set {45, 60} dan {60, 45}.
c)
Pasangan bilangan (koordinat) pada 4
kuadran atau disebut the Cartesian Product.
C. ORDERED PAIRS PADA KUADRAN (THE XY PLANE)
Dua variabel, misal variabel x dan y, yang dinyatakan oleh dua
garis lurus atau sumbu yang berpotongan, yaitu sumbu horizontal untuk variabel
x dan sumbu vertikal untuk variabel y, menciptakan 4 (empat) kuadran (quadrant)
I, II, III, IV, atau disebut the xy plane, dimana :
1)
Kudran I terdapat jumlah tak
terbatas dari ordered pairs dengan urutan (x,y).
2)
Kuadran II terdapat jumlah tak
terbatas dari ordered pairs dengan urutan (-x,y)
3)
Kuadran III terdapat jumlah tak
terbatas dari ordered pairs dengan urutan (-x,-y)
4)
Kuadran IV terdapat jumlah tak
terbatas dari ordered pairs dengan urutan (x,-y)
Diagram .1 THE
(COORDINATE) XY PLANE
ATAU THE CARTESIAN PRODUCT
Titik-titik kombinasi dari titik x pada sumbu x dan titik y pada
sumbu y secara berurutan, disebut the xy ordered pairs.
Misal, titik kombinasi atau the xy ordered pair (2,4) berbeda
dengan the xy ordered pair (4,2).
3. Himpunan ordered pairs pada kuadran bersifat tak terbatas.
Set ordered pairs pada kuadran atau disebut the Cartesian
product (named after Descartes). The Cartesian product juga disebut direct
product, karena elemennya berupa ordered pairs yang merupakan produk dari
set x dan set y a (x, y), dimana set x dan y adalah set dari bilangan riil, dengan
elemen pertama dari variabel x dan elemen kedua dari variable y, atau ditulis
(x, y). Oleh karena itu, ordered pair (1, 2) beda dengan (2, 1).
Produk dari set x dan set y mempunyai
jumlah yang tak
terbatas, sehingga the Cartesian product itu merupakan suatu set
bersifat tak terbatas dari ordered pair atau titik pada kuadran.
Notasi dari the Cartesian product sebagai berikut :
1)
The Cartesian product dengan set
(ordered pairs) atau titik pada kuadran
yang memiliki 2 elemen (2 dimensi) dari set x dan set y, mempunyai
notasi
the Cartesian product adalah R * R atau R2 :
x * y = {(1, 2), (2, 1), (4, 1)}
atau
x * y = {a, b) | a x dan b y}
dimana a dan b adalah elemen dari bilangan riil (real
numbers)
x * y = {a, b) | a R dan b R}
dimana x dan y adalah set dari R
2)
The Cartesian product dengan set
(ordered pairs) atau titik yang memiliki
3 elemen (3 dimensi) dari sumbu x, sumbu y dan sumbu z, mempunyai
notasi the Cartesian product adalah R * R * R atau R3
:
x * y * z = {a, b) | a x, b y, c z}
atau
x * y * z = {a, b) | a R, b R, c R}
3)
The Cartesian product dengan ordered
pairs atau titik pada kuadran
dengan n elemen (n dimensi) mempunyai notasi Rn.
HUBUNGAN (RELATIONS) DAN FUNGSI (FUNCTION)
A. HUBUNGAN (RELATIONS)
Pada the Cartesian product Sebagaimana dibahas di atas, The
Cartesian product, setiap ordered pair (x, y) atau x * y merupakan satu
titik, atau sebaliknya. Jadi terdapat hubungan yang bersifat unik atau
satu-satu dan timbal balik (double uniqueness). Dengan demikian, terdapat
hubungan satu-satu (one-to-one correspondence) antara set ordered pairs dan
set titik pada the Cartesian product.
Setiap titik atau the Cartesian product menunjukkan terjadi hubungan (relation)
:
Antara setiap bilangan riil atau variabel x dengan bilangan riil atau
variabel y, jadi, terdapat set (x, y) sebagai dari hasil hubungan (asosiasi) atas
dasar suatu aturan dari setiap bilangan atau angka x dengan bilangan atau angka
y.
Misal : Titik (x, y) = (1,2) di kuadran I, menunjukkan bahwa atas
dasar suatu aturan, maka untuk x =1 mempunyai hubungan dengan y = 2. Juga titik
(x, y) = (−2, 1) di kuadran II menunjukkan hubungan x = − 2 dengan y = 1
berdasarkan suatu aturan.
B. SIFAT HUBUNGAN :
SATU-SATU (ONE-TO-ONE) ATAU BUKAN Diagram 2 HUBUNGAN (RELATION) DAN
FUNGSI (FUNCTION)
Nilai dari set y hasil dari
hubungan dengan setiap bilangan atau nilai dari x ? Penentunya adalah suatu
aturan, yang akan menentukan salah satu diantara dua jenis hubungan :
1. Hubungan bukan bersifat satu-satu atau kausal.
Dengan hubungan ini, maka atas dasar suatu aturan satu bilangan
dari set x akan berhubungan atau menghasilkan lebih dari satu bilangan dari set
y. Jadi hubungan tidak bersifat kausal atau satu-satu (one-to-one relation).
Suatu aturan dimaksud disebut sebagai hubungan (relation atau a
multivalued function).
Contoh : Pada Diagram 2. di
atas, terdapat set {x, y| y ≤ x} yang antara lain termasuk pairs atau titik
(1,0), (1,1), (1,−4), sehingga untuk satu bilangan x = 1 menghasilkan hubungan
dengan 3 bilangan y yaitu y = 0, y = 1 dan y = −4. Dengan set atau aturan y ≤ x
dimaksud, maka hubungan y terhadap x bukan bersifat satu-satu atau kausal, jadi
hanya merupakan hubungan saja. Area dari set dimaksud di bawah garis y = 2x.
2. Hubungan merupakan fungsi bila hubungan bersifat
satu-satu atau kausal (one-to-one relation or correspondence, atau unique
relation)
Dengan hubungan ini, maka atas dasar suatu aturan satu bilangan
dari set x akan berhubungan atau menghasilkan hanya satu bilangan dari set y.
Jadi hubungan bersifat kausal atau satu-satu (one-to-one relation). Suatu
aturan dimaksud disebut sebagai fungsi (function) atau a single-valued
function.
Contoh ; Pada Diagram 2. di atas, set {(x, y) | y = 2x} adalah
suatu set ordered pairs termasuk (1,2), (0,0) dan (−1, −2), menghasilkan
hubungan satu-satu atau kausal, dimana untuk x = 1 hanya menghasilkan y = 2, x
= 0 hanya menghasilkan y = 0, x = −1 hanya menghasilkan y = −2. Dengan set atau
aturan y = 2x dimaksud, maka hubungan y terhadap x bersifat satu-satu atau
kausal (one-to-one relation or correspondence).
3. Fungsi juga berbentuk hubungan satu bilangan y terhadap lebih
dari satu x
Diagram 3. di bawah menunjukkan hubungan bersifat fungsi,
tetapi dimana lebih dari satu bilangan x menentukan hanya satu nilai y.
Hubungan ini tetap bersifat satu-satu atau kausal (one-to-one relation) antara
x menentukan y. Diagram 3 Fungsi Dengan Angka y Lebih Dari Satu y
C. PENGERTIAN DAN PENULISAN FUNGSI
1. Definisi fungsi
Berdasarkan uraian pada butir B. di atas, maka definisi fungsi
sebagai berikut :
Fungsi adalah set dari ordered pairs (x, y) dimana setiap bilangan
x menentukan hanya satu bilangan y. Seperti dikemukakan dalam buku Chiang and
Wainwright (Book 1) halaman 17 : A function is therefore a set of ordered
pairs with the property that any x value uniquely determines a y value. This
definition of function corresponds to what would be called a single-valued
function in the older terminology. What was formerly called a multivalued
function is now referred to as a relation or correspondence.
2. Penulisan (notasi) fungsi
Fungsi, misalnya untuk 2 variabel x dan y, ditulis dengan notasi y
= f(x) → baca y adalah fungsi dari x. Jadi y sebagai variabel yang ditentukan (dependent
variable,), sedangkan x adalah variabel penentu (independent variable)
terhadap y.
3. Fungsi merupakan transformasi atau mapping
Fungsi, seperti y = f(x), juga disebut a mapping or
transformation yang menunjukkan hubungan antara y dengan x, dimana :
Notasi f merupakan suatu aturan (a rule) yang mentransformasi
(transformed atau mapped) set x ke dalam set y, yang ditulis dengan notasi :
f : x → y dimana :
a)
Tanda → menyatakan transformasi
(mapping atau transforming).
b)
Notasi f menandakan (specification)
suatu aturan (a rule) dari mapping atau transforming.
Selain huruf kecil f, untuk notasi juga digunakan huruf lain
seperti g dan z, huruf besar F dan G, huruf Yunani (Greek) kecil seperti φ
(phi) ψ (psi) atau huruf besar phi Φ dan psi Ψ. Pada fungsi seperti y = f(x),
maka :
Diagram 4 DOMAIN DAN RANGE SERTA RULE f y
► Variabel x disebut independent variable yaitu variabel
penentu.
Sedangkan, set dari semua bilangan atau angka dari variabel x
disebut the domain of the function. Jadi set ini juga merupakan subset
dari the set of all real numbers.
► Variable y disebut dependent variable yaitu variable yang
ditentukan.
Sedangkan, angka y hasil
dari mapping suatu angka (value) x, disebut the image of that x value.
Set dari semua images disebut the range of the function. angka dari
variabel x disebut the domain of the function.
► Catatan :
Domain dan range y = f(x) mencerminkan variabel-variabel dan
fungsi dalam ilmu ekonomi, yaitu terbatas pada bilangan positif (nonnegative
real numbers). Jadi diagram dan kurva digambar pada kuadran I.
Dalam buku Henderson and Quandt (Book 3) halaman 363-364
dikemukakan :
The relation y = f(x) (read y is a function of x”) means that a
rule exists by which it is possible to associate values of the variable y
with values of the variable x. Examples are y = 1/x; y = 3x2, y = ln
sin x and y =1 when x is an odd integer and y = 0 for any other value of x. In
each case, values of y correspond to given values of x according to the rule of
association specified in the form of the function. A function may not be
defined for all possible values of x. Examples : y = 1/x cannot be evaluated
for x = 0. y = x2, it has all the real numbers as its domain. Bahan 1.3.
Jenis dan bentuk fungsi
A. JENIS FUNGSI ATAS DASAR
LETAK VARIABEL BEBAS (INDEPENDENT VARIABLES)
Berdasarkan letak variabel bebas (independent variables), terdapat
2 jenis fungsi
sebagai berikut.
1. Fungsi eksplisit (explicit function)
Fungsi eksplisit explicit function) adalah fungsi dimana (variabel
bebas)
independent variables berada di sebelah kanan, karena itu
independent
variables juga disebut right hand variables.
Misal :
Fungsi : y = f(x)
Bentuk fungsi explicit : y = x2 ; y = a + bx
; y = 3√ x
perbedaan pengertian
fungsi dan bentuk fungsi
► Fungsi ditulis dengan dependent variable di sisi kiri, aturan
fungsi seperti f, serta dalam kurung sejumlah independent
variables. Contoh : y = f(x); Y = F(X, Z, W)
► Bentuk fungsi adalah fungsi dalam bentuk detil termasuk :
Bentuk aturan (misal berbentuk fungsi polynomial
atau bukan)
Variabel bebas (independent variable)
Konstan atau bilangan tetap yang berdiri sendiri tanpa diikuti
independent variable
Koefisien atau bilangan tetap di depan atau diikuti oleh suatu
indepedent variable.
Parameter yaitu koefisien dalam huruf kecil
2. Fungsi implicit (implicit function)
Fungsi implisit (implicit function) adalah fungsi dimana
independent variables
bersama-sama dependent variable berada di sebelah kiri, sedangkan
di kanan
angka 0.
Misal :
Fungsi : g(y,x) = 0
Bentuk fungsi implicit : ax + b – y = 0; x2
+ y2 = 0;
ey + y – x + ln x = 0; y mx
b = 0
Catatan :
Setelah dilakukan penyelesaian (solving), an implicit function
bisa diubah
menjadi explicit function.
Tetapi tidak semua implicit functions dapat diubah menjadi explicit
functions, karena x dan y tidak dapat diperoleh atau the implicit
function
tidak dapat diselesaikan.
Contoh, the implicit function ey + y – x + ln x = 0 karena x dan y
tidak dapat diselesaikan dan diperoleh.
Sebaliknya, setiap explicit function bisa diubah menjadi an
implicit function.
Contoh, explicit function y = 3x4 + 2 sin x -1 diubah
menjadi implicit function y - 3x4 + 2 sin x -1 = 0.
B. JENIS FUNGSI ATAS DASAR
JUMLAH VARIABEL BEBAS (INDEPENDENT VARIABLES) Berdasarkan
jumlah independent variables, di bawah dikemukakan jenis fungsi dengan 1 (satu)
hingga 4 (empat) independent variables.
1. Fungsi dengan 1 (satu) variabel bebas (independent variable)
Misal dengan 1 (satu) independent variabel x, maka penulisan fungsi
: y = f(x)
2. Fungsi dengan multi
independent variables
Multi variabel bisa 2 (dua) atau lebih variabel, jadi n variable
dimana n ≥ 2.
Misal :
Dengan 2 (dua) independent variables x1 dan x2, maka
penulisan fungsi :
dan Y = f(x1, x2)
Dengan 3 independent variables n variabel xj yaitu x1 hingga xn,
maka penulisan fungsi :
y = f(x1, x2, ..., xn)
BENTUK FUNGSI EKSPLISIT (EXPLICIT FUNCTIONS) DENGAN
1 (SATU) VARIABEL BEBAS (INDEPENDENT VARIABLE)
3 (TIGA) BENTUK FUNGSI DENGAN 1 (SATU) INDEPENDENT VARIABLE
1. Fungsi polinomial (polynomial functions)
2. Fungsi rasional (rational functions)
3. Non algebraic or transcendental functions
B. FUNGSI POLINOMIAL (POLYNOMIAL FUNCTIONS)
1. Bentuk umum fungsi polynomial (polynomial function) mempunyai :
Hanya satu jenis independent variable, misal variabel x
Sejumlah atau berbagai term atau factor di sisi kanan :
Term pertama merupakan bilangan konstan
Term berikutnya terdiri dari :
► Koefisien atau bilangan di depan independent variable
► Independent variable dengan pangkat
Bentuk umum polynomial function dengan jumlah sebanyak N (i = 0, 1,
2, …, N) berikut : Y = f(X) = a0 + a1 X + a2 X2 + a3 X3 +
… + aN XN dimana :
a0 adalah konstan atau bilangan tetap
a1, a2, ..., aN masing-masing adalah koefisien
2. Jenis fungsi polinomial (polynomial function)
Jenis dari fungsi polynomial tergantung dari banyaknya term atau faktor
yang dinyatakan oleh pangkat dari independent variable pada term terakhir,
sebagai berikut :
Untuk i atau j = 0, maka fungsi polynomial merupakan fungsi
konstan (constant functions)
Untuk i atau j = 1, maka fungsi polynomial merupakan fungsi
linear (linear functions)
Untuk i atau j = 2, maka fungsi polynomial merupakan fungsi
kuadratik (quadratic functions)
Untuk i atau j = 3, maka polynomial merupakan fungsi kubik
(cubic functions)
Untuk i atau j = 4, maka polynomial merupakan fungsi kuartik
(quartic functions)
3. Fungsi konstan fungsi
polinomial pangkat 0
Fungsi konstan mempunyai sisi kanan yang terdiri dari konstan dan
independent variable berpangkat 0 (nol). Contoh bentuk fungsi konstan dan
diagramnya :
y = f(x) = 7x0 = 7*1 = 7
FUNGSI KONSTAN (CONSTANT FUNCTION)
1. Fungsi linear = fungsi polinomial pangkat 1, Fungsi linear yang
merupakan fungsi polinomial pangkat 1 mempunyai sisi kanan yang terdiri dari
konstan atau bilangan tetap, 1 independent variable dengan pangkat 1 beserta
koefisien (angka) terkait dengan independent variable dimaksud.
2. Fungsi kuadratik = fungsi polinomial pangkat 2, Fungsi kuadratik
yang merupakan fungsi polinomial pangkat 2, mempunyai sisi kanan yang terdiri
dari konstan atau bilangan tetap, 2 independent variable masing-masing dengan
pangkat 1 dan 2 beserta koefisien (angka) terkait dengan independent variable
dimaksud. Contoh bentuk fungsi kuadratik dan diagramnya :
Bentuk fungsi : z = g(w) = b0 + b1 w + b2 w2
Diagram fungsi berupa kurva hill parabola atau valley parabola
FUNGSI KUADRATIK (QUADRATIC FUNCTION)
Gambar diagram atau kurva fungsi kuadratik :
► F(P) = P2 + 4P − 5
► Q = 4 − 4 P2
► AVC = C(Q) = a + b Q + c Q2
► MC = M(Q) = a + 2b Q + 3c Q2
► TR = 7Q − 0,01 Q2
3. Fungsi kubik =fungsi polinomial pangkat 3, Fungsi kubik yang
merupakan fungsi polinomial pangkat 3 mempunyai sisi kanan yang terdiri dari konstan
atau bilangan tetap, 3 independent variable masing-masing dengan pangkat 1, 2
dan 3 beserta koefisien (angka) terkait dengan independent variable dimaksud.
C. FUNGSI RASIONAL (RATIONAL FUNCTIONS)
Rational function adalah rasio antara dua fungsi di pembilang dan
penyebut, seperti di bawah ini. Bentuk fungsi rasional dan diagramnya : X
− 1
Contoh 1 :
Y = f(X) = −−−−−−−−−−−−
X2 +
2 X + 4
Contoh 2 :
y = a/x atau XY = a
Fungsi ini berbentuk a rectangular hyperbola seperti pada diagram
di
bawah, serta banyak digunakan dalam teori ekonomi
FUNGSI HIPERBOLA
A RECTANGULAR HYPERBOLA)
D. NON ALGEBRAIC OR TRANSCENDENTAL FUNCTIONS
Semua fungsi dalam bentuk polynomial, termasuk rational functions,
adalah
algebaraic functions.
Nonalgebraic functions terdiri dari tiga jenis : (1). Exponential
functions; (2).
Logarithmic functions; (3). Trigonometric (or circular) functions).
1. Fungsi pangkat atau eksponensial
Fungsi pangkat adalah fungsi dimana independent variable menjadi
pangkat dengan basis (base) :
→ a real number b atau 8, seperti : y = bx; atau, y = 8x - √x,
atau,
→ an irrational number e = 2,7182828 … (lihat penjelasan di bawah)
Contoh bentuk exponential functions dan diagrammnya :
Bentuk fungsi dengan base b dan e :
y = f(t) = bt
vs. y = 2bt vs. y = b2 t dengan
base e (natural exponential functions) e : y = et atau ditulis y = exp(t)
y = e3t atau y = exp(3t); y = ert atau y = exp(rt)
Diagram fungsi
Diagram 2 FUNGSI EKSPONENSIAL (EXPONENTIAL FUNCTION)
(Y = bX dan Y = b2X serta Y = 2bX dimana b > 1)
Diagram 3 FUNGSI EKSPONENSIAL (Y = eX) VS. FUNGSI LOGARITHMA
(LOGARITHMIC FUNCTION) – (X = ln Y = loge Y)
2. Fungsi logarithma
x = logb y dari y = bx atau x = ln y dari y = ex
Pengertian
Logaritma adalah pangkat terhadap basis (base) b atau e untuk
memperoleh suatu angka y, (y) : 16 = 42 → 2 = log4 16
Jadi pangkat 2 merupakan logaritma dari 16 dengan basis 4
y = bt → t = logb y
Jadi pangkat t merupakan logaritma dari y dengan basis b
y = et → t = loge y = ln y dan
disebut the natural log
Jadi pangkat t merupakan logaritma dari y dengan basis e
Misal :
log10 1000 = log10 103 = 3
log10 0,01 = log10 10-2 = -2
ln e3 = loge e3 = 3
ln 1/e = ln e−1 = −1
AKAR PERSAMAAN
(EQUATION ROOTS)
A. ROOTS UNTUK PERSAMAAN (FUNGSI) KUADRATIK
(QUADRATIC FUNCTION OR EQUATION)
1. Fungsi kuadratik :
0 = ax2 + bx + c → dengan contoh :
0 = P2 + 4 P − 5 → dimana : a = 1, b = 4, c = − 5
yaitu dengan menjadikan sisi kiri sama dengan 0 (nol)
Kemudian, gunakan rumus :
x1, x2 =
a
b b ac
2
( 4 ) 2 1/ 2
Catatan :
Sepanjang (b2 – 4ac)1/2 > 0, maka akan diperoleh dua bilangan
riil
x1 dan x2 yang berbeda (different roots).
Tapi jika (b2 – 4ac)1/2 = 0, maka akan diperoleh x1 = x2 = − b/2a
(repeated roots).
Namun jika (b2 – 4ac)1/2 < 0, maka tidak akan diperoleh real
valued
roots x1 dan x2, karena merupakan hasil kuadrat dari bilangan negatif
yang tidak mungkin dalam sistem bilangan riil .
B. ROOTS UNTUK PERSAMAAN (FUNGSI) KUBIK
(CUBIC FUNCTION OR EQUATION)
Fungsi kubik (cubic function)
x3 − x2 − 4 x + 4 = 0 → mempunyai factoring
(x − 1)(x + 2)(x − 2) = 0 → sehingga
x1 = 1, x2 = − 2, x3 = 2
C. PEDOMAN CARI ROOTS
1. Prinsip umum
Untuk fungsi polynomial n degree :
y = f(x) = a0 + a1 x + a2 x2 + a3 x3 + … + aN xn
maka terdapat n roots yaitu x1, x2, x3, ..., xn
2. Theorem I
Apabila semua koefisien dan konstan pada fungsi polynomial adalah
bilangan
bulat (integers) dan koefisien dari xn adalah 1 (satu),
maka apabila integer
roots dapat diselesaikan atau diperoleh, setiap roots adalah
pembagi (a
divisor) dari parameter a0.
3. Theorem II
Tetapi apabila pada fungsi polynomial terdapat koefisien dalam
desimal atau rasio dari integers r dan s, namun tanpa pembagi yang sama (a
common divisor) kecuali 1 (satu), maka r adalah divisor dari a0 dan s adalah
divisor dari an.
4. Theorem III
Selanjutnya,
apabila penjumlahan dari semua angka koefisien fungsi polynomial menjadi 0
(nol), yaitu a0 + a1 + a2 + a3 + … + aN = 0, maka setiap root dari persamaan
fungsi adalah 1 (satu), yaitu x = x2 = x3 = … = xn
= 1.


